CIVIL ENGINEERING

CIVIL ENGINEERING

Istilah Dalam Beton Teknik Sipil

0 comments
Buat temen temen yang masih belajar, mungkin kita sering mendengar beberapa istilah dalam beton. Apa itu beton ? Apa itu bekisting ?
Nah disini ada beberapa daftar istilah yang biasa kita jumpai pada beton.

Daftar Istilah :
1. Acuan (bekisting) adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak
beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan.
2. Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak
tungku besi, yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk
membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.
3. Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai
berat 1100 kg/m3 atau kurang.
4. Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi ‘alami’ bantuan atau
pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0
mm.
5. Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi ‘alami’ dari bantuan atau berupa
batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir
antara 5-40 mm.
6. Adukan adalah campuran antara agregat halus dan semen portland atau sembarang
semen hidrolik yang lain dan air.
7. Angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.
8. Bahan Tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan
kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah
beberapa sifatnya.
9. Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat
halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat.
10. Beton Bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan
yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan
direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama
dalam menahan gaya yang bekerja.
11. Beton-Normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200- 2500 kg/m3
menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan
bahan tambahan.
12. Beton Praktekan adalah beton bertulang yang telah diberikan tegangan dalam
untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja.
13. Beton Pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang
dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.
14. Beton Ringan Struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyai
berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3.
15. Beton Polos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang
dari ketentuan minimum.
16. Berat Jenis adalah perbandingan antara berat dan volume suatu material (misalnya:
beton).
17. CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter).
18. Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.
19. Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.
20. Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton.
21. Konstruksi Batu adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen konstruksi
dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2.
22. Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi
23. Kabel adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan beton
pratekan, biasanya disebut ‘tendon’.
24. Mks adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter).
25. Perancah (Scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi
pekerja untuk melakukan tugas pada ketinggian tertentu dan (2) penyangga acuan
beton yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah
ditentukan
26. Sengkang adalah tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan
torsi dalam suatu komponen struktur, terbuat dari batang tulangan, kawat baja atau
jaring kawat baja las polos atau deform.
27. Segregasi adalah pengelompokan agregat yang homogen pada adukan beton, dimana
agragat kasar terpisah dengan agregat halus.
28. Tulangan adalah batang baja berbentuk polos atau defon atau pipa yang berfungsi
untuk menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak termasuk tendon prategang,
kecuali bila secara khusus diikut sertakan.
29. Tulangan Polos adalah batang baja yang permuakaan sisi luarnya rata tidak
bersirip atau berukir.
30. Tulangan Deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip, atau berukir.



Artikel Terkait:



Comments
0 comments: