CIVIL ENGINEERING

CIVIL ENGINEERING
Showing posts with label Tulas Tulis. Show all posts
Showing posts with label Tulas Tulis. Show all posts

TUTORIAL MERENCANAKAN JALAN BETON BESERTA PERHITUNGAN DAN ITEM PEKERJAAN

0 comments
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.....
Priben Jeh Kabare lur ???
Sehat ya sehat, aja gering-gering hahaha

Udah lama bet dah ane kaga nulis lagi.
Disini ane mau berbagi sedikit ilmu gimana caranya ngerencanain jalan beserta perhitungan item pekerjaanya. Ane buat yang beton dulu bukan yang aspal ya dan yang simple dulu belum pake pembesian. Harap bersabarrr
Silahkan gambar yang dibawah diliat dulu, dipahamin. Gangerti tanya

Ane coba jelasin satu satu ya
STA 0+000 s/d STA 0+025 itu apa ? STA itu artinya Stasioning. Jadi jarak atau panjang dari stasiun 0 ke stasiun 25 m.
Lalu pada tabel lebar jalan yang ane buat bervariasi dari lebar 2,5 m s/d 4,0 m dengan tebal beton 10 cm. Bentuk jalan pada STA 0+050 s/d STA 0+060 berbentuk trapesium, sedangkan yang lainya persegi panjang.

Disini kita akan menghitung :
1. Leveling LPA
2. Bekisting
3. Plastik Bond Breaker
4. Beton
5. Trowel Bergaris & Curing
6. Cutter dan Joint Sealent

================================================================================================================

PERHITUNGAN

1. LEVELING LPA

Untuk Leveling LPA dilihat dari kerusakan tingkat kerusakan jalan, jalan yang berlubang perlu diberikan Leveling LPA. Standar tebal leveling LPA biasanya 8 cm tapi tergantung kebijakan daerah masing-masing ya. Disini saya berasumsi tingkat kerusakan jalan 50 %. Maka :

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m, Tebal = 0,08 m,
*Volume = P x L x T ; V = 25 x 4 x 0,08 = 8 m3 : 50 % = 4 m3

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m, Tebal = 0,08 m,
*Volume = P x L x T ; V = 25 x 4 x 0,08 = 8 m3 : 50 % = 4 m3

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10 m, Lebar = 4 s/d 2,5 m, Tebal = 0,08 m,
*Volume = Volume Trapesium ; V = 0,5 x (4+2,5) x 10 = 32,5 m3 x 0,08 = 2,6 m3 : 50 % = 1,3 m3

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar = 2,5 m, Tebal = 0,08 m,
*Volume = P x L x T ; V = 15 x 2,5 x 0,08 = 3 m3 : 50 % = 1,5 m3

Total LPA  = 4 + 4 + 1,3 + 1,5 = 10,8 m3


2. BEKISTING

Untuk bekisting volumenya luasan, pada jalan yang berbentuk persegi panjang maka V = P x L. Namun pada jalan yang berbentuk trapesium dihitung dulu Panjang sisi miringnya menggunakan rumus phytagoras lalu dikali lebar bekisting 10 cm. Karna bekisting dipakai sisi kanan dan sisi kiri maka volume dikali 2.

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar Bekisting = 0,1 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 0,1 = 2,5 m2 x 2 Buah = 5 m2

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar Bekisting = 0,1 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 0,1 = 2,5 m2 x 2 Buah = 5 m2

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10,2 m (Didapat dari Phytagoras), Lebar Bekisting = 0,1 m,
*Volume = P x L ; V = 10,2 x 0,1 = 1,02 m2 x 2 Buah = 2,04 m2

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar Bekisting = 0,1 m,
*Volume = P x L ; V = 15 x 0,1 = 1,5 m2 x 2 Buah = 3 m2

Total Bekisting = 5 + 5 + 2,04 + 3 = 15,04 m2


3. PLASTIK BOND BREAKER

Udah pada tau kan penggunaan plastik bond breaker ? Plastik bond breaker dihitung dengan volume luasan. V = P x L

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 4 = 100 m2

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 4 = 100 m2

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10 m, Lebar = 4 s/d 2,5 m,
*Volume = Luas Trapesium ; V = 0,5 x (4+2,5) x 10 = 32,5 m2

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar = 2,5 m
*Volume = P x L ; V = 15 x 2,5 = 37,5 m2

Total Plastik Bond Breaker  = 100 + 100 + 32,5 + 37,5 = 270 m2


4. BETON

Nah ini ni item pekerjaan yang paling penting dari pengecoran jalan. Kalo gada beton gimana mau ngecor ? hahaha

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m, Tebal = 0,1 m,
*Volume = P x L x T ; V = 25 x 4 x 0,1 = 10 m3

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m, Tebal = 0,1 m,
*Volume = P x L x T ; V = 25 x 4 x 0,1 = 10 m3

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10 m, Lebar = 4 s/d 2,5 m, Tebal = 0,1 m,
*Volume = Volume Trapesium ; V = 0,5 x (4+2,5) x 10 = 32,5 m2 x 0,1 = 3,25 m3

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar = 2,5 m, Tebal = 0,1 m,
*Volume = P x L x T ; V = 15 x 2,5 x 0,1 = 3,75 m3

Total Beton  = 10 + 10 + 3,25 + 3,75 = 27 m3


5. TROWEL BERGARIS & CURING

Untuk pekerjaan Trowel dan Curing perhitunganya sama dengan bekisting. Karena Seluruh permukaan beton di trowel dan di curing. Jadi volumenya luasan m2.

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 4 = 100 m2

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
*Volume = P x L ; V = 25 x 4 = 100 m2

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10 m, Lebar = 4 s/d 2,5 m,
*Volume = Luas Trapesium ; V = 0,5 x (4+2,5) x 10 = 32,5 m2

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar = 2,5 m
*Volume = P x L ; V = 15 x 2,5 = 37,5 m2

Total Trowel dan Curing = 100 + 100 + 32,5 + 37,5 = 270 m2


6. CUTTER & JOINT SEALENT

Untuk pekerjaan Cutter & Joint Sealent dilakukan per 5 m.

- STA 0+000 s/d STA 0+025 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
Dilakukan pada STA 0+005, 0+010, 0+015, 0+020 & 0+025
maka 5 x 4 m = 20 m

- STA 0+025 s/d STA 0+050 ; Panjang = 25 m, Lebar = 4 m,
Dilakukan pada STA 0+030, 0+035, 0+040, 0+045 & 0+050
maka 5 x 4 m = 20 m

- STA 0+050 s/d STA 0+060 ; Panjang = 10 m, Lebar = 4 s/d 2,5 m,
Dilakukan pada STA 0+055, 0+060
maka 3,25 + 2,5 m = 5,75 m

- STA 0+060 s/d STA 0+075 ; Panjang = 15 m, Lebar = 2,5 m
Dilakukan pada STA 0+065, 0+070
maka 2,5 + 2,5 m = 5,00 m

Total Cutter & Joint Sealent = 20 + 20 + 5,75 + 5,00 = 50,75 m


Sekian penjelasan dari ane ya lur...
Salam sukses buat semuanya....
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Menghitung Berat Besi Beton Tanpa Tabel

0 comments



Oi gan, ketemu lagi hehe
Ceritanya ane ketemu kepala bagian dr kontraktor swasta.
Terus ditanyain berat besi beton untuk besi Ø 16 mm. Ane bingung jawabnya gan, karna ane gahafal. biasanya kan kalo mau tau berapa beratnya tinggal liat tabel aja. malu ane pada saat itu gan. trus ane dkasih tau tuh sm dia katanya "jangan jd org text book, masa mau liat tabel terus". Jleb banget kan, akhirnya ane dkasih tau rumusnya sm dia.
nih ane share gan.
Kan ente bisa liat ditabel tuh Ø sekian beratnya sekian.
asal ente tau sebelum dapet tuh angka pasti ada perhitunganya dulu kan ? wkwk

Asal rumus :
Dengan menggunakan pendekatan rumus volume tabung.
Volume tabung = (0,25 x 3,14 x Ø²) x P x BJ

Keterangan :
Ø   = diameter besi beton
P    = panjang besi beton
BJ   = berat jenis besi beton (7.850 kg/m³)

Rumus ini disederhanakan, sehingga menjadi :
Volume = 0.25 x 3.14 x Ø² (m²) x Panjang (m') x 7.850 kg/m³
= 6.162,25 kg/m³ x Ø² (m²) x Panjang (m')

Contoh aja nih gan,
Misal kita mau cari berat besi Ø 7
Nah ubah dulu 7 mm jadi 0,007 m
Baru masukin dah kerumus yg udah disederhanakan yg diatas
= 6.162,25 x 0,007
² x 12
= 3,623403 kg dibuletin jd 3,63 kg
Tuh sama kan kaya tabel diatas wkwk

Kalo panjangnya kurang dari 12 m contoh 5 m brarti tinggal dganti aja panjangnya jd 5 m.

Tuh kan sekarang gausah liat tabel lagi ya :p




SEMOGA BERMANFAAT 

Cara Memasang Bouwplank

1 comments


Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan
sesuai dengan hasil pengukuran. Syarat-syarat memasang bouwplank :

  1. Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah
  2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat pelaksanaan galian
  3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.
  4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya.
  5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)
  6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding batu bata.
Bentuk hasil pemasangan bouwplank dapat dilihat pada gambar berikut :

Pemasangan Bouwplank

Posisi Bouwplank Terhadap Pondasi Dan Dinding Bata
Pembuatan adukan beton secara manual
Mengaduk beton secara adukan tangan
Campuran beton secara pekerjaan tangan, tidak boleh dicampur lebih dari 0,25 m3 sekaligus.
Pasir, kerikil dan semen diaduk dalam keadaan kering di atas lantai yang bersih, paling sedikit tiga
kali seperti terlihat pada gambar berikut.

Semen dituang di atas pasir lalu diaduk
Sesudah itu dibentuk sebuah kolam di tengah campuran komponen yang masih kering dan
diisi air menurut tabel yang tercantum diatas. Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak air
mengurangi mutu dan ketahanan beton. Kemudian pencampuran dimuali pada bagian pinggiran
yang kering dengan air di kolam pada pertengahan sampai semua air tercampur dalam campuran
komponen. Sekarang beton dicampur paling sedikit tiga kali lagi sampai adukan menjadi homogen.
Cara mencampur komponen kering dengan komponen basah beton
Kualitas campuran adukan beton ini mempengaruhi kualitas beton selanjutnya.
Mengaduk beton menggunakan mesin molen
Pada mesin pengaduk beton pengisian komponen beton kering dan penuangan dilakukan dengan
mengubah keringan tabung pengaduk beton. Jika tabung berdiri tegak, maka pencampuran beton
tidak dijalankan, karena itu tabung pengaduk beton selalu berputar dalam keadaan miring.
Cara mesin pengaduk beton sederhana sekali (karena diciptakan sebagai alat pengaduk beton)
dan sangat umum, terutama sebagai mesin pengaduk beton yang agak kecil.

Mesin Aduk Beton

Pencampuran
Pemasangan Bekisting
Manfaat : Sebagai konstruksi pembantu/cetakan dalam pembuatan beton sesuai dengan ukuran
yang diharapkan.
Bahan Bekisting
- Papan kayu tebal min 2,5 cm, kayu harus kering dan kuat
- Paku
- Kertas semen atau plastic untuk mencegah agar beton tidak menempel pada bekisting
sehingga bekisting mudah dilepas.
- Kaso-kaso
Pengontrolan terhadap bekisting
- Kedudukan bekisting harus kukuh dan kuat
- periksa posisi tegak dan kerataan dari bekisting yang terpasang
- Periksa ketepatan posisi bekisting terhadap as bangunan (benang bouwplank)
- Periksa skur-skur dan klem-klem pada bekisting
- Tidak diperbolehkan adanya lubang sehingga menimbulkan kebocoran
- Cek apakah bekisting sudah dilapisi oleh kantong semen/plastic atau belum
- Bersihkan bekisting dari kotoran seperti daun, tanah dll

Bekisting Sloof

Bentuk-bentuk Bekisting Kolom
Plesteran Dinding
Membuat plester adalah melapisi pasangan batu bata, baik bagi pasangan batu kali maupun batu
cetak agar permukaan tidak mudah rusak, rapi dan bersih.
Tahapan pelaksanaan plesteran dinding :
a. Dinding yang akan diplester dibasahi terlebih dahulu
b. Membuat adukan untuk plesteran seperti adukan untuk batu bata
c. Membuat kepala plesteran di beberapa tempat dengan jarak 1 – 1,5 m antara satu dengan
yang lainnya dan diratakan memakai batang (bilah) perata.
d. Kemudian permukaan dinding di antara kepala plesteran diplester secara merata dan
diratakan memakai bilah perata.

Plesteran Dinding
Pemasangan Kusen Pintu dan Jendela
Kusen pintu dipasang pada pasangan tembok. Kusen pintu dipasang sebelum dibuat tembok,
tetapi setelah profil-profil dipasang.
Syarat-syarat untuk kusen pintu sebelum dipasang ;
1. Disetel dengan baik dan tidak terpuntir
2. Diberi batang penguat sudut pada kedua sudut atas dan batang penguat datar yang
menghubungkan kedua kakinya agar sudut atas tidak berubah.
3. Sudah diketam halus
4. Sudah dilengkapi dengan angkur baja dan sepatu baja serta papan
5. Sebaiknya sudah dicat dengan meni kayu
Syarat-syarat pemasangan kusen :
1. Dipasang pada tempat yang telah ditentukan sesuai dengan gambar rencana
2. Dipasang tegak/vertical
3. Tidak boleh tertukar bagian luar dan bagian dalam kusen pintu sehingga membukanya
daun-daun pintu akan terbalik
4. Dipasang terjepit kukuh pada pasangan tembok.

Pemasangan Kusen Pintu
Ukuran Bata dan Cara Memotongnya


SEMOGA BERMANFAAT

Estimasi Kebutuhan Debit Air untuk Irigasi

0 comments



TUJUAN:

Dengar melihat suatu sumber air, bisa diperkirakan air tersebut dapat mengairi sawah berapa hektar.  Debit air (liter per detik) diestimasikan dengan rumus yang diberi di atas.  Sebaliknya, dapat menghitung jumlah air yang dibutuhkan untuk mengairi suatu wilayah sawah.

CARA MENGHITUNG:

Untuk memperkirakan kebutuhan air untuk sawah, boleh menggunakan rumus yang sangat sederhana (yang sebenarnya berlaku untuk seluruh proyek irigasi yang ukuran kecil atau sedang.  Untuk proyek irigasi yang sangat besar, kebutuhan air per hektar lebih kecil.

            Debit yang dibutuhkan = 1,75 liter per detik per hektar sawah

CONTOH SOAL:

1.                  Ada sawah 30 hektar yang mau diairi melalui saluran irigasi baru.  Berapa debit air diperlukan untuk kegiatan ini?

Debit = 30 hektar X 1,75 liter/detik/hektar = 52,5 liter per detik

2.                  Ada saluran yang kapasitasnya 0,085 M3 per detik.  Berapa luas sawah yang dapat diairi?

Langkah pertama adalah untuk mengkonversi debit ke satuan liter/detik

                  0,085 M3 /detik = 85 liter per detik

Luas Sawah =  85 liter/detik   /   1,75 liter/detik/hektar = 48,6 hektar



SEMOGA BERMANFAAT

Estimasi Ketinggian Tiang atau Gedung

0 comments


TUJUAN:  

Sering terjadi ada benda yang harus diperkirakan tingginya, misalnya tiang listrik, pohon, atau gedung.  Dengan metode ini, dapat dibuat estimasi dengan sederhana tanpa alat khusus.  Jeleknya, metode ini hanya bisa dipakai bila ada matahari dan bayangan benda terlihat.

CARA MENGHITUNG:

Rumus ini didasarkan atas fakta bahwa perbandingan  antara tinggi sebenarnya dan panjangnya bayangan akan sama untuk semua benda, dengan persyaratan bayangan jatuh pada tanah relatif datar.

Tinggi =  T                                Tpohon / Bpohon = Tmistar / Bmistar
Panjang bayangan = B



            CONTOH SOAL:

            Tinggi mistar = 60 cm
            Panjang bayangan mistar = 90 cm

            Panjang bayangan pohon =  8 meter

            Tinggi pohon =  60 cm / 90 cm X 8 meter = 5,33 meter



SEMOGA BERMANFAAT

Estimasi Jumlah Pemakai Air Bersih

0 comments

TUJUAN: 

Dapat mengestimasikan kebutuhan air bersih untuk sejumlah penduduk, atau sebaliknya dapat mengestimasikan jumlah penduduk yang dapat dilayani suatu debit air.

CARA MENGHITUNG:

Rumus yang paling sederhana adalah 1 liter per detik mampu melayani 1000 orang di desa untuk semua kebutuhan manusia.  Jadi dapat menghitung kebutuhan air dengan membagi jumlah penduduk dengan 1000 – hasilnya langsung dalam satuan liter per detik.

Alternatif adalah menghitung jumlah penduduk dengan diketahui debitnya.  Debit dalam liter per detik dikalikan 1000 untuk langsung mendapat jumlah orang.

CONTOH SOAL:

1.                  Debit 2,4 liter per detik mampu melayani berapa orang?

2,4 liter/detik X  1000 orang/(1 liter/detik) = 2400 orang

2.                  Dua dusun dengan pendukuk 800 manusia dan 1100 manusia perlu debit sebesar apa?

Jumlah penduduk adalah 800 + 1100 menjadi 1900

Dengan pakai rumus atas,  

1900 orang/(1000 orang/(1 liter/detik) = 1,9 liter per detik

Catatan: Jika sumber air sangat terbatas, dan masyarakat setuju untuk menggunakan air hanya untuk air minum dan masak, air sebanyak 1 liter/detik masih mampu untuk mencukupi kebutuhan 2000 orang.


SEMOGA BERMANFAAT

Cara Menghitung Jumlah Semen yang Harus Dipesan

0 comments


TUJUAN:  Untuk mengetahui jumlah zak semen yang harus dipesan untuk membangun suatu benda dari beton dengan mutu (kekuatan) tertentu yang diinginkan.  Semen bisa dalam zak ukuran 40 kg/zak atau 50 kg/zak, dan boleh untuk beton dengan campuran 1:2:3 atau 1:2:4 yang sering dipakai di lapangan.

CARA MENGHITUNG:

Seleksi proporsi campuran beton ditentukan oleh perancang.  1:2:3 lebih kuat daripada 1:2:4, tetapi 1:2:4 cukup kuat untuk banyak macam bangunan yang tidak perlu kekuatan yang tinggi, seperti pekerjaan rabat beton atau fondasi.  Ukuran zak semen tergantung apa yang ada di pasar.
Rasio 1:2:3 merupakan perbandingan volume bahan yang dipakai untuk membuat beton.  Beton terdiri dari Semen PC, pasir, dan batu split (batu pecah kecil).  Rasio 1:2:3 berarti untuk tiap ember semen, harus pakai dua ember pasir dan empat ember split, ditambah sejumlah air bersih.  Ada rasio lain yang juga dapat dipakai, dan perhitungannya sedikit berbeda.

Untuk memudahkan pengecekan pekerjaan, boleh menggunakan kotak di bawah ini:

Rasio Beton
Jumlah zak semen PC yang dibutuhkan untuk setiap 1 M3 beton:
40 kg/zak
50 kg/zak
1:2:3
9,5
7,5
1:2:4
8,0
6,5


CONTOH SOAL:

Berapa zak semen diperlukan untuk membangun rabat beton seperti yang digambar di bawah ini, dengan menggunakan beton 1:2:4 dan zak yang 50 kg/zak.


Langkah pertama adalah untuk menghitung volume, dengan rumus panjang kali lebar kali tebal, tetapi semua harus pakai satuan yang sama.
                                Volume adalah   100 meter X 0,15 meter   X 0,60 meter = 9,0 M3
Kubutuhan semen adalah 6,5 zak per tiap M3, atau
9,0 M3 X 6,5 zak/M3 =  58,5 zak              
Jadi yang kita beli 59 zak



SEMOGA BERMANFAAT


Cara Mengukur Debit Air

0 comments


TUJUAN:  Untuk mengetahui besarnya volume air yang mengalir agar dapat membuat estimasi jumlah penduduk yang bisa menikmati air bersih atau luas sawah yang dapat diairi.  Volume air yang mengalir disebut “Debit air” dan diukur dengan satuan Liter per Detik.

CARA MENGUKUR:  Terdapat dua cara yang dapat dipakai di lapangan dengan peralatan sederhana.

1.      Menggunakan ember dan jam tangan yang ada jarum detik.  Dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember dengan penuh.  Besarnya isi ember harus diketahui, misalnya 5 liter.  Pengukuran dilakukan tiga atau empat kali dan menggunakan hasil rata-rata.

CONTOH SOAL:

Ember 8 liter.  Terisi setelah 15 detik, 12 detik,  17 detik, dan 12 detik
15 + 12 + 17 + 12 = 56, atau rata-rata 14,0 detik

Debit air adalah 8 liter dibagi 14 detik, sama dengan 0,57 liter per detik.

2.      Menggunakan jam tangan yang ada jarum detik dan alat mengukur panjang (pita ukur, meteran).  Metode ini menggunakan rumus Debit = Kecepatan X Luas Penampang. Basah.  Penampang boleh berbentuk segi empat panjang, atau trapesium, atau bentuk bebas.  Penampang diperkirakan dengan satuan M2.  Kecepatan diukur dengan melihat berapa detik diperlukan untuk benda ringan mengalir sekian meter, dengan satuan Meter per Detik.


CONTOH SOAL:
  •  

A.      Air mengalir pada saluran yang berbentuk trapesium.  Dalamnya air adalah 40 cm.  Dasar trapesium berukuran 30 cm.  Lebarnya trapesium di permukaan air adalah 60 cm.  Benda ringan perlu 12 detik untuk berjalan 5 meter.

Luas Penampang Basah adalah (0,30+0,60)/2 X  0,40  = 0,18 M2

Kecepatan air adalah 5,0 / 12 =  0,417 M/detik

 Debit air adalah 0,18 M2 X  0,417 Meter/Detik =  0,075 M3/Detik atau 75 Liter/Detik. 



B.   Bagaimana mengukur debit untuk saluran berbentuk penampang bebas (saluran alam?)  palagi yang cukup besar seperti anak sungai untuk sumber irigasi?

Metode yang paling umum menggunakan prinsip matemakika dari kalkulus, yaitu benda dibagi menjadi banyak segi empat panjang, seperti contoh di bawah ini:


Sungai dibagi lima bagian.  Pertengahan bagian pertama adalah L/10 dari pinggir.  Kemudian pertengahan keempat kotak lainnya adalah L/5 di sebelah kanan.  Pertengahan kotak terakhir seharusnya L/10 dari tebing sebelah sana.



Luas penampang basah adalah jumlah luas dari lima kotak, dengan kedalamannya seperti yang dapat diukur di titik A, B, C, D, dan E.  Lebarnya tiap kotak adalah seperlima dari lebar saluran/sungai.

Misalnya kedalaman air di      A = 0,9 meter               Lebar = 9 meter
                                             B = 1,2
                                             C = 1,0
                                             D = 0,3
                                             E = 0,5

Penampang basah adalah (0,9 + 1,2 + 1,0 + 0,3 + 0,5) X 9,0/5   = 3,9 X 1,8 = 7,02 M2

Debit air adalah luas penampang basah kali kecepatan air:

                     7,02 M2 X 0,85 M/detik = 5,97 M3/detik

Semakin banyak bagian, semakin tepat perkiraannya.  Minimal dibagi lima.  Kalau dasar sungai banyak variasi, sebaiknya lebar sungai dibagi sepuluh.  Bisa juga memilih angka yang mudah dalam pembagian – jika lebar 9,60 meter akan lebih mudah jika dibagi 6 atau 8 bagian (80 cm atau 60 cm).


SEMOGA BERMANFAAT


Riwayat Perkembangan Beton dan Deskripsi Beton

0 comments

             RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON

Penggunaan beton dan bahan – bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi, bahkan mungkin sebelum itu (Nawy, 1985:2-3). Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. Pada tahun 1801, F.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip – prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya. Pada tahun 1850, J.L.Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris. J.Monier, seorang ahli taman dari Prancis, mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. Pada tahun 1886, Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori dan perancangan struktur beton. C.A.P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906.
Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini, terbentuklah German Committee Reinforce Concrete, Australian Concrete Committee, American Concrete Institute, dan British Concrete Institude. Di Indonesia sendiri, Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan – peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia.
Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur – struktur beton yang sangat khas (Nawy, 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston, Marina Tower, Lake Point Tower di Chicago, dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia.


               DESKRIPSI BETON

Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) , agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (admixture atau additive). Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan – bahan penyusun beton), kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing – masing komponen. Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya. Dengan demikian, masing – masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien, memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai  pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi.
Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran  beton sebagai dasar perancangan beton, Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar – standar yang berlaku. DPU – LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).
Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan – bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik).

Parameter – parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan – bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24).

Kelebihan dan Kekurangan BETON

0 comments



Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata – mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di  bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah:
a.    Kelebihan
Ø  Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
Ø  Mampu memikul beban yang berat
Ø  Tahan terhadap temperatur yang tinggi
Ø  Biaya pemeliharaan yang kecil
b.    Kekurangan
Ø  Bentuk yang telah dibuat sulit diubah
Ø  Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
Ø  Berat
Ø  Daya pantul suara yang besar
Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan – bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat.

Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4).

Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pra-cetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete”  (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3.